Jumat, 29 November 2013

Surat untuk Bunda



Rembang, 29 November 1962
Yogyakarta-Rembang, 29 November 2013

Assalamua’alaikum wr. Wb.






Untuk wanita yang paling kami sayangi, paling kami kagumi, yang berulang tahun hari ini. Kami, anak-anakmu tulis ini di hari ulang tahun Ibu yang ke-51.
Ibu…
Di hari bahagiamu ini sungguh cukup sulit bagi kami untuk menyusun rangkaian kata yang bermakna sebagai ungkapan perasaan bangga kepadamu, Ibu.
Ibu, kami bersyukur sekali dilahirkan dari rahimmu. Engkau adalah sosok wanita yang teguh, tegar, sabar, penuh kasih sayang, tegas, dan berpikiran jauh ke depan. Engkau adalah guru pertama kami, koki terbaik kami, bendahara kebanggaan keluarga, penasihat andalan, pendengar setia, pokoknya engkaulah yang terbaik bagi kami. Kami sangat bersyukur mempunyai sosok Ibu yang dengan kelembutannya selalu memberikan kasih sayang tiada tara untuk kami, anak-anakmu dan untuk keluarga. Dengan kesabarannya mendidik kami untuk menjadi pribadi yang berakhlak. Dengan kesederhanaannya yang mengajariku untuk selalu pandai bersyukur atas apapun itu, sekecil apapun itu rezeki dari Allah. Dengan kegigihannya dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun harus mengorbankan kepentingan Ibu sendiri. Dengan ketegarannya dalam menghadapi berbagai hempasan cobaan hidup selama ini.  Masih terekam jelas dalam ingatan kami betapa luar biasanya sosok ibu kami, Ibu Maslikah.
Terima kasih atas segala kasih sayang dan pengorbanan yang telah engkau berikan pada kami, anak-anakmu dan tak terlupa bagi ayah hingga hari ini. Kami berharap bahwa matahari bersinar cerah padamu hari ini sebagaimana kasihmu yang selalu menyinariku. Ketulusanmu dan kasih sayangmu adalah bekal hidup kami, dan kami akan senantiasa berusaha membuatmu bahagia.
Kami juga minta maaf karena aku belum bisa menjadi putra putrimu yang bisa engkau banggakan. Kami belum bisa membalas segala kebaikan yang engkau berikan. Maafkan kami yang dulu dan mungkin masih Ibu rasakan sampai detik ini sering membangkang dan mengabaikan nasihatmu, Kami mengaku salah. Amat salah.
Doa kami, “Ya, Rabb, jaga selalu keluarga kami dari marabahaya yang menghadang di depan. Kuatkan keluarga kami dalam menjalani hidup ini. Jaga iman kami untuk selalu mengingat-Mu. Rangkul kami dalam sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Ingatkan kami jika kami khilaf. Ucap syukur tak lupa kami resapi dan ucapkan atas segala kenikmatan ini. Masih dapat berkumpul dengan orang-orang yang kami sayangi dan kami cintai. Teruntuk ibu kami, semoga engkau senantiasa dijaga oleh Allah dari segala hal yang mengganggumu. Semoga engkau selalu diberi kesehatan agar urusan rumah beres,hehe. Agar kau dapat terus berkarya, agar kau dapat terus beramal, dan hari-hari yang baik terus berlaju. Semoga engkau diberi iman yang kuat supaya tiap harimu penuh makna dan syukur. Dan semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa-doamu untuk kebaikan keluarga dan orang-orang yang engkau cintai. Senantiasalah tersenyum karena segala sesuatu begitu bermakna. Bermakna dalam hidup kami, keluargamu dan orang disekitarmu. Selamat merangkai makna di tahun berikutnya, selamat ulang tahun, Ibu, bunda kami.”

Dari ayu, dari kota perantauan mengucapkan salam untukmu. Sun sayang dari Ayu.
Untuk wanita yang selalu membawa yang terbaik dalam diri saya atau setidaknya melihat yang terbaik dalam diri saya terlepas dari apa yang sudah saya lakukan. Meski aku sekarang telah tumbuh semakin dewasa dari hari ke hari, aku akan selalu tetap menjadi putri kecilmu. Selamat Ulang Tahun, Ibu.
Maaf, ayu belum bisa pulang dan mengucap “Selamat Ulang Tahun” secara langsung ke Ibu. Namun, doa anakmu ini, selalu mengalir untukmu dan untuk keluarga. Doa itu selalu ada di hati untuk tidak lupa mendoakan untuk keluarga kita dalam sujud sholatku. Semoga tulisan ini cukup untuk mewakili kerinduan hatiku padamu. Di ulang tahun  Ibu yang ke-51 tahun ini, Ayu berdoa semoga Ibu selalu bahagia, mendapatkan barokah dari Allah SWT, panjang umur, sehat selalu, dan semoga apa yang Ibu harapkan dari kami, anak-anakmu bisa terwujud.. Aamiiin.
Tetap jaga kesehatan Ibu; jangan lupa istirahat yang cukup; jika capek, jangan lupa istirahat dulu, nggak usah ngoyo kalo kata bapak. Hehehe; konsumsi obatnya agak dikurangi nggeh buk; minum air putih yang banyak aja buk. Mungkin itu lebih baik dan menyehatkan. Ayu bangga padamu, Ayu bangga memiliki Ibu sepertimu. Love you, mom… ”

Wassalamu’alaikum wr. Wb

Dari putra-putrimu :




Sabtu, 23 November 2013

Pengalaman dari 7 ke-7

       Itulah perjalanan. Tepat tanggal 22 November 2013 dimulailah perjalanan jauh ke Bantul, tepatnya Jl. Sultan Agung Peni Palbapang ( SMP N 3 Bantul) dengan tujuan Observasi Laboratorium IPA. Perjalanan dimulai pukul 07.30 atau setengah 8 berboncengan dengan teman yang akan menemani perjalanank­u kemanapun aku pergi. Sepanjang perjalanan, banyak cerita, banyak pengalaman dan banyak makna. Berlatih sabar, pintar memilah-milah potong kompas agar terhindar dengan yang namanya lampu merah. Namun, apa daya kita tetap kena lampu merah dan itu selalu. Yang lebih mengagetkan… harus menunggu 90 detik di lampu merah dengan sabarnya. Panas terik tak kami hiraukan demi niat baik untuk segera sampai dengan selamat. Sebelum ke tempat tujuan utama, kami mampir ke rumah Zia untuk ngeprint beberapa file yang akan digunakan untuk nanti inventaris. Ok… setelah selesai, cus melanjutkan perjalanan ke SMP N 3 Bantul Dari luar, SMP ini terlihat ada acara meriah. Ternyata, bertepatan hari itu, tanggal itu ada acara Dies SMP N 3 Bantul ke-28. Dimana pada hari itu ultahnya dimeriahkan dengan parade music. Semakin heboh deh. Waduh… konsenkah dengan observasi hari ini? Terhanyut dalam acara, tiap ngedata koq ya selalu memalingkan wajah ke balik pintu tuk ngliat acaranya di luar. Hahahha. Oke. Acara selesai jam 11. Karena pada hari Jum’at kepotong dengan jumatan. Meskipun warga sekolah sudah meninggalkan sekolah, kita berempat tetap melanjutkan ngedata ruangan, ruang lab bio dan ruang lab.fisika. Jika dilihat, sebenarnya fasilitas yang ada disana itu cukup bagus dan lengkap, namun kurang dimanfaatkan dengan baik. Banyak yang semrawut. Diasan sisni ada, tak karuan parake. Yang disayangkan adalah, lab bio juga digunakan untuk ruang kelas, jadi kebersihan dalam almari-almarii kurang terjaga dengan baik. Banyak sampah jajanan anak dibung disana. Kita, sebagai mahasiswa yang bertugas observasi tidak salahnya selain ngedata kita juga bantu-bantu buat nata-nata semua alat bahan maupun barang. Butuh kesabaran ekstra saat mengumpulkan alat bahan dan barang menjadi satu tempat agar memudahkan saat pengambilan maupun pendataan. Di ruang penyimpanan, banyak alat bahan, barang yang “griss” atau baru yang belum digunakan sama sekali. Sungguh ironis sekali, saat alat, bahan dan barang sudah ada, belum digunakan secara maksimal, karena kurangnya tenaga kerja. Bnayk dari pengelola yang merangkap menjadi guru. Sehingga dalam pengelolaannya kurang maksimall. Terimakasih banyak kita haturkan untuk Bu Eva yang sudah membersamai kami, meskipun Bu Eva sibuk tapi tetap menyempatkan untuk mengawasi kami dan membelikan makan siang buat kita berempat.  “Enak”. Terimakasih buk.. Selain Bu Eva, ada Bapaknya Zia, lupa namanya. Hehehe, yang sudah menemani kami dari awal observasi sampai akhir.. Maaf jika ada kata dan sikap yang tidak berkenan di hati ibuk dan bapak.  Selesai pukul 5, mapir dulu ke rumah Listin. Aduh, repot repot udah masakin buat kita ikan kali goring. Hehehe. Teringat saat dirumah, sering dapat kiriman ikan pancingan bendungan. Selesai makan, udara malam datang, kita harus melanjutkan perjalanan dan mengejar waktu tuk sholat magrib di Masjid Agung Bantul. Pengalaman pertama sholat disana. Masjid besar dengan ornament wayang yang anggun dan indah. Tak lekang untuk sekejap mata hanya melihat, namun dirasakan dan dinikmati. Setelah selesai melanjutkan perjalanan tuk ke Jogja. Siiiipp. Nyampek Jogja jam 7an. Perjalanan pertama selesai, akan dinanti perjalanan kedua esoknya. 
 
          Hari kedua dimulai, namun tujuan kita hanya untuk labeling pada almari dan memberikan kenang-kenangan buat sekolah. Sayangnya, rencana kita bisa foto min. dengan bapak kepala sekolah dan  Bu Eva tak kesampaian, Karena pada hari itu, bapak kepala sekolah dan  u eva lagi ribet untuk persiapan MGMP.  Yaaa. Ndak papa kita bias memakluminya. Namun, sebelum pulang diberi kesempatan untuk beertemu Bu Eva selaku Kepala Penglab IPA SMP N 3 Bantul untuk menitipkan kenang-kenangan.

          Ya, itulah perjalanan, penuh lika-liku, enerjunana langsung ke sekolah khususnya tingkat SMP mengajarkan kita tuk mengenal lebih dekat kehidupan mereka, khususnya dunia lab. Dari sini, kita banyak tahu bagaimana to sebenarnya pengelolaan lab sebenarnya. Asyik, banyak pengalaman yang kita dapat disana. Kehangatan keluar kecil di dalam kelompok kami memberikan arti penting kerjasama dalam segala hal. Keikhlasan untuk hari esok yang jaya.

Cari pengalaman yang sebanyak-banyaknya tanpa mengesampingkan hakikat manusia yang juga membutuhkan istirahat. Tetap jaga kesehatan.