Itulah perjalanan.
Tepat tanggal 22 November 2013 dimulailah perjalanan jauh ke Bantul, tepatnya
Jl. Sultan Agung Peni Palbapang ( SMP N 3 Bantul) dengan tujuan Observasi
Laboratorium IPA. Perjalanan dimulai pukul 07.30 atau setengah 8 berboncengan
dengan teman yang akan menemani perjalananku kemanapun aku pergi. Sepanjang
perjalanan, banyak cerita, banyak pengalaman dan banyak makna. Berlatih sabar,
pintar memilah-milah potong kompas agar terhindar dengan yang namanya lampu
merah. Namun, apa daya kita tetap kena lampu merah dan itu selalu. Yang lebih
mengagetkan… harus menunggu 90 detik di lampu merah dengan sabarnya. Panas
terik tak kami hiraukan demi niat baik untuk segera sampai dengan selamat.
Sebelum ke tempat tujuan utama, kami mampir ke rumah Zia untuk ngeprint
beberapa file yang akan digunakan untuk nanti inventaris. Ok… setelah selesai,
cus melanjutkan perjalanan ke SMP N 3 Bantul Dari luar, SMP ini terlihat ada
acara meriah. Ternyata, bertepatan hari itu, tanggal itu ada acara Dies SMP N 3
Bantul ke-28. Dimana pada hari itu ultahnya dimeriahkan dengan parade music.
Semakin heboh deh. Waduh… konsenkah dengan observasi hari ini? Terhanyut dalam
acara, tiap ngedata koq ya selalu memalingkan wajah ke balik pintu tuk ngliat
acaranya di luar. Hahahha. Oke. Acara selesai jam 11. Karena pada hari Jum’at
kepotong dengan jumatan. Meskipun warga sekolah sudah meninggalkan sekolah,
kita berempat tetap melanjutkan ngedata ruangan, ruang lab bio dan ruang
lab.fisika. Jika dilihat, sebenarnya fasilitas yang ada disana itu cukup bagus
dan lengkap, namun kurang dimanfaatkan dengan baik. Banyak yang semrawut.
Diasan sisni ada, tak karuan parake. Yang disayangkan adalah, lab bio juga
digunakan untuk ruang kelas, jadi kebersihan dalam almari-almarii kurang
terjaga dengan baik. Banyak sampah jajanan anak dibung disana. Kita, sebagai
mahasiswa yang bertugas observasi tidak salahnya selain ngedata kita juga
bantu-bantu buat nata-nata semua alat bahan maupun barang. Butuh kesabaran ekstra
saat mengumpulkan alat bahan dan barang menjadi satu tempat agar memudahkan
saat pengambilan maupun pendataan. Di ruang penyimpanan, banyak alat bahan,
barang yang “griss” atau baru yang belum digunakan sama sekali. Sungguh ironis
sekali, saat alat, bahan dan barang sudah ada, belum digunakan secara maksimal,
karena kurangnya tenaga kerja. Bnayk dari pengelola yang merangkap menjadi
guru. Sehingga dalam pengelolaannya kurang maksimall. Terimakasih banyak kita
haturkan untuk Bu Eva yang sudah membersamai kami, meskipun Bu Eva sibuk tapi
tetap menyempatkan untuk mengawasi kami dan membelikan makan siang buat kita
berempat. “Enak”. Terimakasih buk.. Selain
Bu Eva, ada Bapaknya Zia, lupa namanya. Hehehe, yang sudah menemani kami dari
awal observasi sampai akhir.. Maaf jika ada kata dan sikap yang tidak berkenan
di hati ibuk dan bapak. Selesai pukul 5,
mapir dulu ke rumah Listin. Aduh, repot repot udah masakin buat kita ikan kali goring.
Hehehe. Teringat saat dirumah, sering dapat kiriman ikan pancingan bendungan. Selesai
makan, udara malam datang, kita harus melanjutkan perjalanan dan mengejar waktu
tuk sholat magrib di Masjid Agung Bantul. Pengalaman pertama sholat disana.
Masjid besar dengan ornament wayang yang anggun dan indah. Tak lekang untuk
sekejap mata hanya melihat, namun dirasakan dan dinikmati. Setelah selesai
melanjutkan perjalanan tuk ke Jogja. Siiiipp. Nyampek Jogja jam 7an. Perjalanan
pertama selesai, akan dinanti perjalanan kedua esoknya.
Hari kedua dimulai,
namun tujuan kita hanya untuk labeling pada almari dan memberikan
kenang-kenangan buat sekolah. Sayangnya, rencana kita bisa foto min. dengan
bapak kepala sekolah dan Bu Eva tak
kesampaian, Karena pada hari itu, bapak kepala sekolah dan u eva lagi ribet untuk persiapan MGMP. Yaaa. Ndak papa kita bias memakluminya. Namun,
sebelum pulang diberi kesempatan untuk beertemu Bu Eva selaku Kepala Penglab
IPA SMP N 3 Bantul untuk menitipkan kenang-kenangan.
Ya, itulah perjalanan,
penuh lika-liku, enerjunana langsung ke sekolah khususnya tingkat SMP
mengajarkan kita tuk mengenal lebih dekat kehidupan mereka, khususnya dunia
lab. Dari sini, kita banyak tahu bagaimana to sebenarnya pengelolaan lab
sebenarnya. Asyik, banyak pengalaman yang kita dapat disana. Kehangatan keluar
kecil di dalam kelompok kami memberikan arti penting kerjasama dalam segala
hal. Keikhlasan untuk hari esok yang jaya.
Cari pengalaman yang
sebanyak-banyaknya tanpa mengesampingkan hakikat manusia yang juga membutuhkan
istirahat. Tetap jaga kesehatan.
Teruslah maju, jangan sesekali berfikiran untuk mundur dalam perang.
BalasHapus